|
|
 |
 |
Jun 15, 2006
Antara nikah dan thalabul 'ilmi
Kafemuslimah.com. Pertanyaan :
Sebagai muslimah, mana yg harus saya dahulukan? nikah atau thalabul
'ilmi. masalahnya usia ana sudah 22 tahun sedang ana baru setahun
mengenal salaf dan di kota ana kurang ikhwan bahkan tidak ada. karena
ana sudah ingin nikah.
Gorontalo, 14 Juni 2002
Jawaban:
Antara nikah dan tholibul ilmu.
Alhamdulillah, wasshalaatu wassalaamu 'alaa rasulillah wa ba'du :
Sebenarnya nikah dan tholibul ilmu itu bukanlah dua hal yang saling
bertentangan, bahkan bisa digabungkan. Artinya nikah itu tidak
menghalangi untuk menuntut ilmu dan sebaliknya, menuntut ilmu itu tidak
menghalangi untuk menikah. Dan jangalah berhenti menuntut ilmu
gara-gara nikah.
Kalau seandainya ada seseorang yang disukai agama dan akhlaknya, datang
melamar, maka hendaklah orang tua dan akhwat yang bersangkutan tidak
menolaknya. Di sini saya akan mencantumkan fatwa syeikh Ibnu Utsaimin
yang ada hubungan dengan masalah diatas :
Ada kebiasaan yang bersebar yaitu si gadis atau orang tuanya menolok
melakukan pernikahan dengan orang yang datang melamarnya, karena ingin
menyelesaikan pendidikannya di SLTA atau Universitas, atau
sampai-sampai karena ingin mengajar lebih duhulu, selama beberapa
tahun, apakah hukumnya? Dan apakah nasehat syeikh kepada orang yang
melakukannya? Kadang-kadang sebagian anak gadis, ada yang telah berusia
sampai 30 tahun atau labih, tapi belum bersuami?
Jawaban.
Hukumnya adalah; bahwa sesungguhnya perbuatan ini menyalahi apa yang telah diperintahkan Nabi r, karena Nabi bersabda :
"Jika telah datang kepada kalian orang yang kalian sukai agama dan akhlaknya". (H.R. Tirmizi dan berkata : hadits hasan).
Dan beliau juga bersabda :
"Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mempunyai
kemampuan, maka menikahlah, karena menikah itu lebih menutup mata dan
lebih menjaga kemaluan". (H.R. Bukhari dan Muslim).
Keengganan untuk menikah adalah menghilangkan fungsi perkawinan. Yang
saya nasehatkan kepada saudara-saudara saya seagama dari kalangan para
wali-wali (orang tua) para wanita, dan saudari-saudariku seagama, agar
tidak menolak untuk melaksanakan pernikahan, disebabkan, karena ingin
menyelesaikan pendidikan atau pengajaran. Dan bisa saja wanita itu
memberi syarat kepada calon suaminya untuk membiarkannya belajar sampai
pendidikannya selesai. Dan begitulah, hingga ia tetap pergi ke sekolah
(belajar atau mengajar) untuk masa satu tahun atau dua tahun, selagi
tidak disibukkan oleh anak-anaknya, ini tidak apa-apa.
Adapun keinginan wanita menempuh pendidikan sampai ke jenjang
universitas, dimana ilmu yang dipelajari itu tidak kita butuhkan,
merupakan persoalan yang perlu dipertimbangkan lagi. Menurut saya,
seorang wanita bila sudah selesai dari jenjeng pendidikan dasar, dan
sudah tahu tulis baca, hal mana ilmu yang ia dapati itu sudah berguna
dalam membaca kitab Allah dan tafsirannya, dan membaca hadits-hadits
Nabi beserta syarahannya, maka hal yang demikian sudah cukup, kecuali
ia ingin meningkat untuk mempelajari ilmu yang sangat dibutuhkan
manusia, seperti ilmu kedokteran dan semisalnya, bila di dalam belajar
itu tidak terdapat hal-hal yang dilarang seperti campur baur antara
laki-laki dan wanita atau lainnya.
Semoga fatwa syeikh rahimahullah bisa memberikan solusi dalam masalah ukhti, wallahu 'alam.
diambil dari : www.perpustakaan-islam.com
Posted at 12:42 am by zein
Permalink
Kiat Jitu Mempercantik Wajah
Kafemuslimah.com Siapa yang tidak ingin
tampil cantik? Kecantikan merupakan merupakah satu hal yang sangat
diinginkan oleh para wanita. Mereka para kaum Hawa itu banyak yang
telah mencoba berbagai kiat, baik dengan menggunakan berbagai kosmetik,
pemutih atau menggunakan lulur, ekstrak bengkoang dan lain-lain agar
wajahnya putih alami dan berseri.
Terlepas dari keberhasilan semua trik-trik di atas yang notabene masih
dipertanyakan terlebih lagi mengandung zat-zat kimia yang berbahaya,
kenapa tidak menggunakan kiat yang satu ini?
Apa kiatnya? Yaitu shalat tahajjud di malam hari.
Berkata Imam Ibnul Qayyim, Sesungguhnya shalat malam itu dapat
memberikan sinar yang tampak di wajah dan membaguskannya Ada sebagian
istri yang memperbanyak pelaksanaan shalat malam. Ketika ditanyakan
kepada mereka mengenai hal tersebut, mereka menjawab, Shalat malam itu
dapat membaguskan wajah dan kami senang jika wajah kami menjadi lebih
bagus.Demikian yang dituliskan oleh Mahmud Mahdi Al-Istanbuli di
bukunya Kado Perkawinan halaman 312 ketika mengutip perkataan Ibnul
Qayyim di buku Raudha Ath-Thalibin. [1]
Perlu juga diingat bahwa kiat ini bukan cuma monopoli kaum Hawa saja, kaum Adam pun perlu juga menerapkannya.
Keutamaan Shalat Tahajjud
Disamping hikmah diatas yang bisa di dapat dari melaksanakan shalat
malam, shalat malam ini pun mempunyai keutamaan yang lain. Bahkan
inilah yang lebih penting.
- Allah akan mengangkat ke tempat yang terpuji, dalilnya adalah
“Dan pada sebagian malam hari bertahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah
tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang
terpuji.(Al Israa : 79).
- Shalat malam dapat mendekatkan diri kepada Allah dan dapat menghapuskan dosa, dalilnya adalah
Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena shalat malam itu
merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang
mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan
penghapus dosa. (HR. Tirmidzi no. 3549, Al Hakim I/380, Baihaqi II/502.
Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwaa Al Ghalil II/199/no. 452).
[2]
- Kemuliaan orang beriman ada pada shalat malam
Jibril berkata, Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan shalat
malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan
orang lain.? (Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 831). [3]
Shalat malam yang paling utama adalah pada sepertiga malam yang
terakhir. Pada saat ini doa akan dikabulkan oleh Allah. Hal ini
berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasannya Nabi
pernah bersabda:
Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam
terakhir. Allah lalu berfirman, Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku
kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang
meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni.Demikianlah keadaannya hingga
fajar terbit. (HR. Bukhari no. 145 dan Muslim no. 758). [4]
Bagaimana Agar Bisa Shalat Tahajjud?
Shalat malam termasuk ibadah yang berat, karena di saat kita terlelap
dan masih mengantuk maka kita harus bangun untuk shalat. Berikut
beberapa sebab agar kita dimudahkan untuk melaksanakan shalat malam.
- Berusaha untuk tidur di awal malam dan menjauhkan diri dari
begadang. Rasulullah membenci tidur sebelum Shalat Isyaa dan berbicara
sesudah Shalat Isyaa. [5]
- Ketika akan tidur, perhatikan adab-adab tidur, misalnya membaca doa
sebelum tidur, membaca ayat kursi, membaca dua ayat terakhir dari surat
Al Baqarah, membaca Surat Al Kaafirun, dll. [6]
- Tidur sebentar di siang hari
- Meninggalkan kemaksiatan, dosa dan perbuatan bid'ah
- Berkeinginan kuat untuk shalat malam
- Memasang jam beker. Bisa juga dengan saling membangunkan istri,
suami, dan keluarga. Bahkan bisa dengan saling membangunkan tetangga
atau teman dengan menelpon melalui handphone-nya. Saling berta'awun dalam kebaikan dan taqwa
Chandraleka, hchandraleka(at)telkom.net
February 16, 2005
Footnote:
[1]. Mahmud Mahdi Al-Istanbuli, Tahfatul Arus, terj. Ibnu Ibrahim, Kado
Perkawinan, Pustaka Azzam, Jakarta, Cet. 15, Juli 2004, hal. 312
[2]. Said bin Ali bin Wahf Al Qahthani, Qiyaamullail, Terj. Aris
Munandar, Tahajjud Nabi, Media Hidayah, Yogyakarta, Cet. I, Sept. 2003,
hal. 22
[3]. Idem, hal. 23
[4]. Idem, hal. 27
[5]. Idem, hal. 63
[6]. Khalid Al Husainan, Aktsaru min Alfi Sunnatin fil Yaum wal Lailah,
Daar Balansiyah lin Nasyr wat Tauzia, Riyadh, Terj. Zaki Rahmawan,
Lebih dari 1000 Amalan Sunnah dalam Sehari Semalam, Pustaka Imam
Asy-Syafi'i, Bogor, Cet. I, Juni 2004, hal. 168
Posted at 12:09 am by zein
Permalink
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|